BP TRIKORA HARJO GM BANDAR UDARA INTERNASIONAL JUANDA SURABAYA DINOBATKAN SEBAGAI PEMENANG DI SURABAYA MARKETER OF THE YEAR 2014 -

Untuk yang kedua kalinya dalam tahun ini Bandar Udara Internasional Juanda di bawah pimpinan Bapak Trikora Harjo menyabet penghargaan. Untuk kali ini Bandar Udara di bawah pengelolaan PT. Angkasa Pura I (Persero) menyabet penghargaan di tingkat regional, yaitu Marketer of The Year 2014 di sektor Infrastruktur dan Public Services. Penghargaan itu diterima langsung General Manager Bandara Internasional Juanda, Trikora Harjo di Shangri-La Hotel Surabaya (14/5/2014) . Penghargaan ini di anugrahkan oleh MarkPlus, Inc. bekerjasama dengan majalah Marketeers, memberikan pengakuan dan penghargaan kepada para tokoh lokal di bidang pemasaran di kota Surabaya melalui penganugerahan Surabaya Marketeer of The Year 2014. Tokoh-tokoh tersebut adalah para individu yang dipandang telah menunjukkan marketing spirit luar biasa yang patut diteladani. Pada saat yang bersamaan para tokoh tersebut dinilai juga telah berhasil membawa dampak positif signifikan khususnya terhadap kinerja perusahaan dimana yang bersangkutan berkarya maupun terhadap masyarakat luas pada umumnya. Awards ini adalah hasil dari kerja keras dari tim management dan karyawan dari bandara juanda ujar General Manager Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya Trikora Harjo. Sebelumnya, di tahun 2014 ini Bandara Juanda juga meraih penghargaan Service Quality Gold Award 2013 yang diselenggarakan Majalah Service Excellence dan lembaga riset Carre-Center for Customer Satisfaction & Loyalty (Carre-CCSL) Sumber : Bandara Juanda

Read More......

AP 1 Naikkan PJP2U di Lima Bandara

PT Angkasa Pura I (Persero) menerapkan kenaikan tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) di lima bandara yang di kelola, yaitu Bandara I Gusti Ngurah Rai (Bali), Juanda (Surabaya), Sepinggan (Balikpapan), Sultan Hasanuddin (Makassar), dan bandara Lombok Praya. Tarif PJP2U atau sering disebut airport tax domestik untuk Bandara I Gusti Ngurah Rai (Bali), Juanda (Surabaya), dan Sepinggan (Balikpapan), naik menjadi Rp 75.000, sedangkan tarif untuk rute internasional di ketiga bandara tersebut naik menjadi Rp 200.000. Sementara itu, tarif airport tax domestik di Bandara Sultan Hasanuddin (Makassar) menjadi Rp 50.000, dan Internasional naik menjadi Rp 150.000 dan tarif untuk Bandara Internasional Lombok menjadi Rp 45.000 untuk domestik dan Rp 150.000 untuk internasional. Kenaikan PJP2U ini berdasarkan surat edaran nomor AP-I.1370/KB.02.02/2014/PD-B tertanggal 25 Maret 2014 tentang Penyesuaian Tarif PJP2U yang ditandatangani oleh Dirut PT Angkasa Pura I Tommy Soetomo. Tarif PJP2U itu berlaku mulai 1 April 2014. Kasubag Humas dan KSLN Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Yennesi Rosita, menjelaskan, berdasakan Pasal 244 ayat 2 UU no 1 Tahun 2009, Besaran tarif jasa kebandarudaraan pada bandar udara yang diusahakan secara komersial ditetapkan oleh badan usaha bandar udara Penetapannya memang dilakukan oleh pihak pengelola bandara dalam hal ini dilakukan oleh PT Angkasa Pura I, jelas Yennesi. Usulan PJP2U dibandara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura I dilakukan sejak 20 Juni 2013 oleh Dirut PT Angkasa Pura I kepada Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) yang kemudian oleh pihak YLKI diberikan masukan, sebelum pemberlakukan taruf perlu dilakukan sosialisasi atas peningkatan kapasitas, kualitas pelayanan dan rencana penyesuaian tarif kepada pengguna jasa (penumpang udara) melalui pemasangan iklan, spanduk dan banner pada lokasi yang mudah terlihat oleh pengguna jasa. Pada 27 September 2013, Dirut PT Angkasa Pura I mengajukan usulan penyesuaian tarif PJP2U domestik dan internasional kepada Menteri Perhubungan melalui suratnya No AP-I.5644/KB.02.02/2013/PD-B. Untuk bandara Ngurah Rai, Juanda dan Sepinggan, pihak Angkasa Pura I mengusulkan kenaikan PJP2U domestik dari Rp 40.000 menjadi Rp 100.000. Adapun PJP2U internasional bandara Ngurah Rai dan Juanda dari Rp 150.000 diusulkan menjadi Rp 200.000 dan Sepinggan dari Rp 100.000 menjadi Rp 200.000. Untuk PJP2U domestik bandara Sultan Hasanuddin diusulkan dari Rp 40.000 menjadi Rp 75.000 dan untuk internasional diusulkan dari Rp 100.000 menjadi Rp 150.000. Adapun bandara Lombok untuk PJP2U diusulkan dari Rp 25.000 menjadi Rp 75.000 sedangkan untuk PJP2U internasional dari Rp 100.000 menjadi Rp 15.000. Namun menteri melihat tarif yang diusulkan masih terlalu tinggi naiknya. Untuk itu perlu dilakukan kajian lebih lanjut. Dirjen Perhubungan Herry Bhakti kemudia membentuk tim untuk melakukan survey lapangan terhadap tingkat pelayanan (level of service) jasa kebandarudaraan pada lima bandara yang diusulkan mengalami kenaikan airport tax Dari hasil pemantauan level of service dan pembahasan perhitungan biaya pokok antara Kementerian Perhubungan dengan pihak PT Angkasa Pura I diperoleh hasil sebagaimana yang akan diberlakukan mulai 1 April 2014 nanti. Menhub pun memberikan disposisi, agar PT Angkasa Pura I melakukan sosialisasi selama 3 bulan. Juga dilakukan monitoring terhadap hasil evaluasi PJP2U khususnya terhadap fasilitas baru setelah tarif diberlakukan. Dengan demikian, lanjut Yennesi, kenaikan PJP2U di lima bandara oleh PT Angkasa Pura I telah dilakukan melalui proses usulan dan pembahasan dengan Ditjen Perhubungan Udara Sumber : Juanda Airport

Read More......

Terminal 2 Juanda

Buddha Quotes

Mother Teresa Quotes

Translate

  © Blogger template The Professional Template II by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP