Perubahan Jam Operasional Bandara Juanda Sidoarjo

Sidoarjo (25/01) - Direncanakan esok mulai tanggal 26 Januari sampai dengan akhir Maret 2015, akan di laksanakan perubahan jam operasional Bandara Internasional Juanda Surabaya dari pk. 05.00 s/d 24.00 WIB menjadi pk. 05.00 s/d 22.00 WIB. Kebijakan ini diperlukan dalam rangka perbaikan runway yang akan dilaksanakan secara intensif demi menjamin keselamatan penerbangan. Kegiatan ini sudah kami koordinasikan dengan operator maskapai penerbangan maupun pihak pihak terkait ttg perubahan jam operasi ini. Ujar GM Bandara Juanda, Trikora Harjo Sumber : Cargo Udara

Read More......

Bandara Kualanamu Berpotensi Jadi Pusat Kargo Internasional

Medan – (suaracargo.com) Bandara Kualanamu memiliki potensi untuk merebut pusat kargo intenasional (international cargo hub) di wilayah Asia Tenggara yang selama ini terkonsentrasi di Singapura dan Malaysia.

Pakar Logistik dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Senator Nur Bahagia, mengungkapkan bahwa selama ini arus barang yang masuk dan keluar dari Indonesia ke negara-negara Asia, Eropa dan Amerika melalui jalur udara harus melewati Singapura atau Malaysia. “Hub kargo memang sejak lama telah berpusat di dua negara itu, makanya biaya kargo jadi sangat tinggi,” katanya dalam acara Seminar Nasional Prospek Bisnis Kargo di Bandara, di Garuda Plaza Hotel Medan, Rabu (3/12), sebagaimana dilansir medanbisnisdaily.com. Menurut dia, pengiriman kargo ekspor maupun impor ke sejumlah bandara di Indonesia seperti Bandara Soekarno-Hatta, Juanda, Kualanamu dan sejumlah bandara lainnya lebih dahulu singgah di Singapura dan Malaysia. Padahal, bisa saja barang-barang tersebut dikirim langsung ke negara asal atau sebaliknya. Dengan keadaan saat ini, pendapatan Singapura dan Malaysia sebagai pusat kargo cukup tinggi dalam menopang perekonomian, khususnya bagi Singapura yang potensi alamnya nyaris tak ada. Di lain sisi, Indonesia yang kaya akan potensi alam malah belum mampu menjadi pusat kargo internasional. Oleh karena itu, biaya logistik Indonesia lumayan tinggi, bahkan melampaui negara-negara di Eropa dan Asia lainnya. Rata-rata, dalam satu dekade terakhir, biaya logistik di Indonesia mencapai 26,03% dari PDB yang didominasi oleh pembiayaan sektor transportasi. Deputi Direktur Bisnis Kargo PT Angkasa Pura II, Siswanto, mengungkapkan bahwa sedikitnya US$6,8 triliun perdagangan dunia diangkut melalui udara tiap tahun. Sementara itu, nilai perdagangan kargo di Indonesia bisa mencapai angka Rp1.816 triliun. Namun, dari jumlah yang besar tersebut, yang diangkut melalui udara baru sebesar 0,05% dari angka itu. Begitupun, angkutan barang melalui udara tetap mengalami peningkatan rata-rata 4% per tahun. “Potensi untuk bisnis kargo melalui udara sangat tinggi untuk dikembangkan. Saat ini, bisnis kargo juga menyumbang sekira 9% pendapatan AP II sebagai operator bandara,” katanya. Hal senada diungkapkan GM AP II Bandara Kualanamu, Tengku Said Ridwan. Menurut dia, bandara diharapkan menjadi ikon yang akan menunjang bisnis pengiriman barang. Semua pemangku kepentingan, baik pemerintah, pengusaha dan AP II, diharapkan bisa membangun sistem bandara yang baik. “Kita bisa membangun sistem kargo nasional, internasional dan hub kargo internasional guna menunjang bisnis ini termasuk memangkas biaya logistik,” ungkapnya. Diungkapkan pula oleh Tengku, guna mendukung rencana itu, AP II sebenarnya telah membangun terminal kargo di Kualanamu dan sejumlah bandara lainnya. Dalam pembangunan itu, fasilitas berupa coldstorage yang bisa menampung barang-barang mentah seperti ikan, udang dan sayuran, juga sudah ada. “Sayangnya, belum banyak yang memanfaatkan fasilitas tersebut. Makanya, arus pengiriman barang dari Kualanamu masih sangat rendah dibanding bandara yang lain,” ungkapnya. Padahal, karena lokasinya berdekatan dengan Singapura, Malaysia dan sejumlah negara Asia, Kualanamu memiliki peluang yang sangat besar untuk menjadi rute pengiriman barang langsung antarnegara. “Kami berharap, ke depan akan banyak maskapai internasional yang membuka rute ke sini yang diikuti dengan rute pengiriman barang,” ucapnya. Ketua Gabungan Importir Nasional Indonesia (Ginsi) Sumut, Khairul Mahalli, mengungkapkan, guna menunjang Kualanamu sebagai pusat kargo internasional, pemerintah perlu menjamin ketersediaan infrastruktur logistik sekaligus kebijakan fiskal di bidang logistik. “Saat ini, biaya logistik kita sangat mahal, makanya sangat sulit bandara-bandara yang ada di Indonesia menjadi pusat kargo,” ungkapnya. Begitupun, tambahnya, Kualanamu perlu mempertimbangkan untuk merebut hub kargo dari Singapura dan Malaysia guna mendukung bisnis kargo di bandara. Jika berhasil direbut, bisa jadi biaya pengiriman barang melalui udara akan semakin murah. Selain itu, Indonesia tak perlu lagi mengeluarkan biaya logistik yang cukup tinggi untuk mengirim barang ke luar negeri karena langsung ke negara tujuan. “Pengiriman komoditas unggulan hingga dokumen pun semakin lancar,” tandasnya. Sumber : Suaracargo.com

Read More......

INFO KEBERANGKATAN DOMESTIK

Pray For QZ8501

Pray For QZ8501

Kami Hadir Di Are Cargo Bandara Juanda Sidoarjo

Translate





  © Blogger template The Professional Template II by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP